MATA SULSEL, KOTA BEKASI – Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Kecamatan Mustika Jaya berlangsung meriah dan menyedot ribuan warga.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 18–19 April 2026, tersebut menjadi ajang pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di wilayah Mustika Jaya.
Beragam pertunjukan seni khas ditampilkan dalam festival tahunan ini. Nuansa budaya Betawi tampak dominan melalui pawai ondel-ondel, penampilan dondang, hingga lomba adu bedug yang menjadi daya tarik utama.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama hingga puncak acara pada Minggu (19/4), yang dihadiri sekitar 12.000 warga dari Mustika Jaya dan sekitarnya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut hadir dalam puncak kegiatan dan mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi budaya daerah. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang memperkuat identitas dan kebersamaan warga.
“Festival ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih mencintai dan menjaga budaya lokal. Ini adalah kekuatan kita dalam membangun kebersamaan dan identitas daerah,” ujar Tri.
Ia menilai kegiatan budaya seperti adu bedug dan dondang perlu terus dikembangkan agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya lokal.
Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, akan terus mendorong kegiatan serupa sebagai ruang edukasi sekaligus pelestarian tradisi.
“Kita ingin generasi muda tidak melupakan budaya lokal. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa belajar, mengenal, dan bangga dengan warisan budaya yang kita miliki,” tambahnya.
Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 menjadi salah satu agenda budaya yang rutin dinantikan masyarakat setiap tahun.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
Pemerintah Kota Bekasi berharap festival tersebut dapat terus berkembang dan menjadi identitas budaya yang membanggakan, sekaligus menarik partisipasi masyarakat yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan