MATA SULSEL, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta untuk penyelenggaraan Tabligh Akbar dan Lebaran Bekasi II Tahun 2026 yang digelar selama dua hari di Plaza Patriot Candrabhaga, pada 25–26 April 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan rangkaian acara budaya, religi, hingga pertunjukan massal yang melibatkan masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Maja Yusirwan, mengatakan anggaran yang disiapkan relatif terbatas namun diupayakan mampu menghadirkan kegiatan yang lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Anggaran ini cukup kecil ya, estimasi kegiatan dari pagi sampai malam sekitar Rp.100 Juta, kita ingin anggaran yang cukup minim! Tapi lebih baik dan mewah dari tahun lalu,” ujarnya di lokasi acara, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Maja, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi dengan Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
Konsep acara dirancang terbuka bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai kreativitas seni dan budaya.
“Pagi ini, semua event budaya, pernak-pernik. Tujuannya semua warga yang memiliki kemampuan, menyanyi, menari, silat dan apapun. Slahkan perform di panggung megah, ini,” kata dia.
Pada hari pertama, 25 April 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan pentas seni budaya yang menampilkan hadroh dan pertunjukan tradisional lainnya.
Selain itu, digelar pula prosesi palang pintu untuk menyambut Wali Kota Bekasi, dilanjutkan dengan atraksi manusia petasan, hingga malam puncak Tabligh Akbar.
Sementara pada hari kedua, 26 April 2026, panitia menyiapkan pertunjukan kolosal yang melibatkan sekitar 3.000 penari.
Penampilan massal tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Lebaran Bekasi 2026 yang diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat secara luas.
Pemkot Bekasi menargetkan kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang ekspresi budaya masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan warga sekaligus menghidupkan aktivitas seni tradisi di Kota Bekasi. (Dirham)

Tinggalkan Balasan